Bupati Bekasi: Pertahankan Lahan Teknis Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Hukum294 Dilihat

BeTimes.id-Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menegaskan, Pemerintahan yang dipimpinnya akan mempertahankan lahan pertanian seluas 48.000 hektar sebagai upaya menjaga ketahanan pangan.

Penegasan itu disampaikan Bupati  kepada Bekasi Times, Jumat (15/8). Pemkab Bekasi bertekad mempertahankannya agar daerah ini tetap sebagai lumbung padi Jawa Barat.

Para Kepala Desa, Camat dan seluruh aparatur Pemerintah harus tegas dan bertindak jika ada yang ingin mengalihkan lahan pertanian teknis untuk perumahan atau industri. Karena itulah, saat ini tengah digodok Peraturan Daerah (Perda) yang akan mengatur tentang lahan sebagai penunjang daerah ini tetap mempertahankan salah satu lumbung padi Jawa Barat. “Ini harus menjadi komitmen Pemerintah dan masyarakat untuk mendukung pebgadaan pangan yang terus meningkat sesuai pertumbuhan penduduk.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini berharap agar Dinas Pertanian terus membina masyarakat Kabupaten Bekasi melalui pendidikan terkait pertanian modern, sehingga   pertanian bisa lebih maju lagi.

Lahan teknis yang bisa dua kali musim tanam dalam setahun itu harus dijaga agar tidak berubah fungsi baik untuk perumahan maupun industri.

Dalam Hari Krida Pertanian ke-48 di Desa Karangmukti Kecamatan Karangbahagia belum lama ini, Bupati juga mengapresiasi Kepala Desa, Lurah dan para Camat yang sudah menyelenggarakan HKP tingkat Kecamatan. “Mudah-mudahan usai covid-19, setiap kecamatan menyelenggarakan HKP sebagai bentuk apresiasi para petani, dimana pertanian kita harus sudah terintegrasi dengan pariwisata, dan industri. Bagaimana pertanian dan industri kita sinergikan menjadi sebuah kekuatan di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Mantan Wakil Bupati Bekasi ini mengatakan, pihaknya bertekad mempertahankan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) karena daerah ini mempunyai ciri khas pertanian. “Meskipun menjadi daerah industri dan daerah pusat ekonomi, tetapi urusan pertanian, harus dijunjung tinggi, tinggal bagaimana nanti kita mengemas pertanian menjadi pertanian modern,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Karangbahagia Karnadi mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan para petani, dan para keluarga petani ingin adanya inovasi yakni wujudkan wisata pertanian. Karena lahan pertanian di Kecamatan Karangbahagia, memiliki potensi besar dalam sektor wisata.

“Kami akan optimalkan lahan pertanian dan lahan pekarangan, agar bisa meningkatkan pendapatan para petani khususnya di Kecamatan Karangbahagia,” ujarnya.

Lahan pertanian di Karangbahagia ini dibagi menjadi dua, yakni Desa Karangsatu dan Desa Karangmukti. Di mana untuk Desa Karangmukti sudah ada embung yang dibuat oleh PUPR Kabupaten Bekasi, dan rencananya Desa Karangmukti akan dijadikan desa wisata pertanian.“Saya berharap dengan diangkatnya Desa Karangmukti sebagai Desa Wisata Pertanian dapat mengangkat derajat pendapatan daripada masyarakat desa itu sendiri,” tandasnya. (hem).

Komentar