Soal Penyakit TBC, Walikota Bekasi Apresiasi Proyek Perubahan Kadinkes

Peristiwa383 Dilihat

BeTimes.id — Walikota Bekasi, Rahmat Effendi apresiasi program proyek perubahan yang dibuat oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati.

Pasalnya, proyek perubahan tersebut merupakan Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui KEBAS (Kecamatan Bebas) TBC Dengan 5T Menuju Kota Bekasi Bebas Tuberkulosis .

Menurut Walikota Bekasi, angka TBC di Bumi Patriot harus menurun. Untuk itu dibutuhkan komitmen bersama dari semua pihak, serta penyelesaian-penyelesaian di masyarakat terkait penyakit tersebut.

“Saya berharap adanya efek jangka panjang dari program inovasi proyek perubahan KEBAS TBC dengan 5T agar terciptanya Kota Bekasi bebas dari Tuberkulosis,” kata Rahmat Effendi, Selasa (20/10).

Kadinkes mengatakan perkembangan penyakit TBC yang ada di Kota Bekasi, Indonesia masuk kedalam urutan ke-3. Temuan kasus penyakit tersebut terbanyak di dunia dibawah negara India dan China, begitu juga di Provinsi Jawa Barat berada di posisi ke-3 dibawah Papua dan Banten.

Untuk itu kata dia, berangkat dari perkembangan TBC di dunia dan Indonesia yang memprihatinkan membuat dirinya mengeluarkan gagasan atau inovasi dalam proyek perubahan yang bertajuk 5T, diantaranya;

“T1, adalah Tersedianya SK PPM TBC Tingkat Kecamatan dan Kelurahan. T2, adalah Tersedianya SK TIM DOTS di fasilitas pelayanan kesehatan. T3, adalah Tersedianya SK Protokol Kesehatan TBC,” tuturnya.

Selain itu, kata Tanti, T4, adalah Tersedianya Kartu Kendali Follow Up pemeriksaan laboratorium pengobatan pasien TBC oleh kader TBC pendamping. T5 adalah Tersedianya Kartu Kendali minum obat pasien TBC oleh kader TBC pendamping.

Ia mengatakan menjalankan proyek perubahan ini dalam menekan angka penyebaran TBC ditengah pandemi Covid-19, pastinya akan banyak kendala yang dihadapi.

“Salah satu kendalanya adalah pembatasan terkait pertemuan secara langsung dengan adanya protokol kesehatan, sehingga para kader dan tim yang mendampingi tidak dapat seterusnya melakukan kunjungan langsung namun bisa melalui virtual,” kata Tanti.

Selain itu dari segi dari pendanaan kata dia, tenaga dan perhatian semua masih terkonsentrasi kepada pencegahan penularan kasus Covid-19.

Namun lanjutnya, dirinya optimis dengan kendala-kendala yang dihadapi tersebut apabila adanya dukungan dari semua pihak, sehingga apa yang diharapkan bersama dalam menekan angka TBC di Kota Bekasi dapat berjalan dengan baik. (hum/pal).

Komentar