Bagikan berita kami:

BeTimes.id-Dua puluh satu dari 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, masuk dalam wilayah rawan banjir, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya mempersiapkan warganya menghadapi bencana banjir.

Melalui pelatihan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, diharapkan masyarakat cepat tanggap untuk mengantisipasinya. Di daerah ini, ada 21 Desa Tangguh dengan personilnya dari masyarakat secara sukarela. Merekalah yang terjun langsung jika terjadi banjir maupun kekeringan membantu petugas BPBD.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln kepada Bekasi Times Selasa (16/11) ketika memantau persiapan apel kesiapan penanggulangan banjir yang akan dilaksanakan di Halaman Pemkab Bekasi, Rabu (17/11), mengatakan setiap musim hujan, di sejumlah titik kerap terjadi banjir. Sehingga, sejak dini harus dipersiapkan untuk mengantisipasi terjadinya banjir itu.

Henri Lincoln mengatakan, selain diminta supaya masyarakat waspada, juga mempersiapkan diri menghadapi jika sewak
tu-waktu terjadi banjir. Makanya, di sejumlah Desa Tangguh itu, sudah dilakukan pelatihan kepada warga untuk menghadapi banjir.”Kita harus persipankan matang, sehingga tatkala banjir, bisa segera diantisipasi,” katanya.

Menyinggung di 21 Desa Tangguh, mantan Sekretaris Dispora itu mengatakan, pihaknya sudah mengadakan pelatihan kepada sejumlah warga yang menjadi relawan untuk menghadapi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Selain menghadapi banjir, juga kekeringan. Daerah yang rawan kekeringan di Kecamatan Cibarusah.

Kalau banjir, relawan itu sudah siap terjun langsung dengan perahu yang sudah disiapkan. Pelatihan itu meliputi berbagai hal yang berkaitan dengan penanganan banjir, seperti mengoperasikan perahu mesin. Dan di setiap Desa Tangguh, sangat tergantung Desanya masing-masing menentukan berapa personil yang ikut pelatihan. “Tidak terbatas jumlahnya, sangat tergantung kesiapan warga di setiap Desa Tangguh tersebut,” tandasnya.

Yang pasti, mereka yang sudah ikut pelatihan, merupakan terdepan dalam penanganan banjir namupun kekeringan di Desanya.
Dikatakan, apel siaga banjir yang akan digelar Rabu (besok), untuk mempersiapkan personil menghadapinya. Karena terdapat sejumlah titik banjir yang perlu penanganan. “Mudah-mudahan tidak terjadi banjir, namun kita harus mempersiapkan personil karena melihat sudah mulai mulai musim penghujan,” katanya. (hem)


Bagikan berita kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *