oleh

LPDP : Mahasiswa Harus Berada Dekat Dengan Rakyat

-Pendidikan-67 Dilihat

BeTines.id-Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Andin Hadiyanto mengatakan, mahasiswa tidak boleh berada di menara gading, tapi harus berada dekat dengan rakyat.

Menurutnya, LPDP sebagai penyedia beasiswa di negara ini berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan layanan dan menyediakan beasiswa demi kemajuan bangsa yang dititipkan melalui para awardee (penerima beasiswa-red) yang juga adalah generasi muda bangsa yang akan memberikan peran besar nantinya terhadap kemajuan dan perkembangan bangsa ini.

Ditegaskan bahwa dana yang disalurkan kepada semua penerima beasiswa berasal dari uang rakyat. Oleh karena itu, diharuskan dan diwajibkan adanya timbal balik hasil yang diberikan oleh para awardee sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan semua rakyat di negeri ini.

“Berbagai permasalahan bangsa, dari sabang hingga ke merauke membutuhkan sosok-sosok generasi muda bangsa yang dapat membantu menangani dan mencari jalan keluar juga berupaya sebaik mungkin untuk menjawab setiap permasalahan dan tantangan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini,” ujar Andin, dalam pembukaan Persiapan Keberangkatan (PK) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan 179 “Abhipraya Nagara” secara daring, Selasa (25/01).

Hal inilah yang membuat pihak LPDP berusaha sebaik mungkin untuk mengelola dana rakyat yang disalurkan dalam beberapa jenis beasiswa. Ke depan, lanjut dia, LPDP tidak akan ragu menambah anggaran beasiswa jika kontribusi dan pengabdian para awardee LPDP jelas, nyata, dan bermanfaat, mengingat pada 31 Januari 2022 adalah 1 dekade LPDP RI.

Menurut Andin Mahasiswa khususnya menjadi Penerima Beasiswa LPDP merupakan sebuah Privilege dari negara dan masyarakat Indonesia mengingat Jumlah penduduk Bangsa Indonesia saat ini kurang lebih sebesar 272.000.000 jiwa dan Dari total jumlah tersebut, tidak lebih dari 0,05% masyarakat Indonesia yang menempuh pendidikan magister dan doktor.

“Hal ini patut menjadi perhatian dan disyukuri oleh semua awardee penerima beasiswa LPDP. Mengingat bahwa, Indonesia pada tahun 2045 akan menghadapi bonus demografi dan harus benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi mencapai Indonesia Emas.

Di Indonesia ini kan sekarang penduduknya ada sekitar 272 juta orang, ini negara besar, yang mendapatkan kesempatan kuliah S2 dan S3 tidak sampat 0,05% dari seluruh penduduk itu dan anda mendapat privilege itu di biayai oleh negara maka manfaatkan sebaik-baiknya, ” ucap pria lulusan Doctor of Philosophy dari Graduate School of International Development Nagoya University, Jepang itu.

Dalam kesempatan tersebut Andin mengutarakan, LPDP tidak hanya memaparkan terkait dengan pengelolaan LPDP yang telah berjalan selama sepuluh tahun dan menjangkau ratusan ribu penerima namun Ia juga mengapresiasi pembukaan PK 179 LPDP yang di kemas dengan baik oleh para Awardee dalam waktu relatif singkat.

Selain itu Andin juga memaparkan beberapa hal penting sebagai bekal bagi para awardee khususnya awardee angkatan 179, Ia memaparkan bahwa ada tujuh hal yang harus diperhatikan dan diperlukan dalam dunia kerja dan harus dipelajari selama masa studi, antara lain, communication and interpersonal skills, critical and creative thinking, personal effectiveness, integrity and ethical conduct, social and responsibilities, leadership, dan career management.

Seperti di ketahui Persiapan Keberangkatan (PK) adalah kegiatan wajib bagi seluruh penerima Beasiswa LPDP yang akan berlangsung selama sepuluh hari dengan menghadirkan tokoh nasional dari berbagai bidang sebagai narasumber.

Adapun dalam Pembukaan PK Angkatan ke 179 yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut di hadiri oleh Jajaran Direksi LPDP, Tim Persiapan Keberangkatan LPDP dan Awardee LPDP Angkatan PK-179 dengan di isi pembacaan ikrar penerima LPDP, video persembahan berjudul Kontribusi untuk Negeri dan pemutaran lagu Angkatan 179 “Abhipraya Nagara”. (Ralian)

Komentar