Kepala BNN: Dulu Butuh 5 Tahun, Lewat Media Daring Hanya Butuh 6 Bulan Jadi Teroris

Hukum3735 Dilihat

Upaya tersebut juga mencakup masuk ke sekolah-sekolah untuk membentuk forum-forum pencegahan.

Eddy menyebut anak-anak tersebut mengalami trauma emosional, yang dipicu oleh perundungan dan kondisi keluarga yang tidak utuh.

“Nah, dari sinilah mereka gampang terpapar, gitu,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa rehabilitasi terhadap anak-anak tersebut menjadi pekerjaan rumah yang terus mendapat perhatian ke depan.

Menurut Eddy, perkembangan terorisme menunjukkan bahwa ancaman terorisme bersifat persisten dan adaptif.

Sejalan dengan istilah yang digunakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ia menyatakan bahwa terorisme tetap menjadi ancaman yang menyesuaikan diri dengan situasi, terutama dengan memanfaatkan ruang digital untuk melakukan propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme. (ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *