Puan: Jangan Sampai Ada Lagi Nyawa Hilang Karena Tidak Mampu Beli Buku dan Pulpen

Nasional138 Dilihat

Dosen filsafat pada Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, RD Leonardus Mali, Selasa (3/2), berpendapat, kemiskinan ekstrem seringkali membunuh lebih awal imajinasi anak-anak untuk bahagia dan bergembira dalam hidup. Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem itu tidak tahu tujuan hidup mereka.

“Dalam keadaan seperti ini, anak-anak kecil yang cerdas lebih mudah mengakses informasi yang tidak tersaring di media sosial. Mereka bisa saja meniru keputusan ini (bunuh diri) dari tayangan di media sosial,” kata Leonardus. (ralian)

Komentar