PGI dan MUI Kompak Desak Pemerintah Cabut Keanggotaan dari Board of Peace Inisiasi Donald Trump

Nasional588 Dilihat

Gomar menilai keberadaan BoP berpotensi melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Dewan Keamanan, di mana saat ini Indonesia sedang menjabat sebagai ketua. Ia menyebut langkah pemerintah bergabung dengan BoP sebagai sebuah “blunder” diplomatik.

“BoP ini jelas menjadi instrumen pribadi Trump untuk melegitimasi agenda kelompoknya di Timur Tengah, khususnya terkait isu Israel-Palestina. Dengan posisi Trump sebagai ketua seumur hidup yang nyaris tanpa kontrol, anggota lainnya hanya menjadi penonton yang melegitimasi kehendak Trump,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gomar menyoroti ketimpangan dalam BoP yang dinilai sangat pro-Israel. “Sangat krusial ketika mereka bicara perdamaian di Gaza namun tidak melibatkan Palestina, sementara Israel ada di dalamnya. Tidak akan ada perdamaian tanpa keadilan,” tuturnya.

MUI Kutuk Serangan AS-Israel dan Desak Mundur dari BoP

Senada dengan PGI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyatakan sikap keras terhadap situasi di Timur Tengah. MUI mengutuk serangan brutal AS dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, organisasi tersebut merumuskan sembilan poin sikap atas situasi yang mencekam tersebut. Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, mengonfirmasi bahwa poin-poin tersebut telah difinalisasi sebagai sikap resmi organisasi.

Komentar