Niat Minta Tanggung Jawab, Wanita Hamil dan Adiknya Malah Dikeroyok di Duren Sawit

Hukum25 Dilihat

“Dari pintu gerbang, saya melihat adik saya sudah dikerumuni banyak orang. Saya menghampiri dan melihat Terlapor (JHI) memukuli adik saya. Saya berteriak melerai sambil mencoba merekam kejadian dengan ponsel,” ungkap C.

Bukannya berhenti, massa justru berbalik menyerang C. Ia mengaku dikerubungi, dijambak hingga terjatuh, bahkan ponsel miliknya hendak dirampas karena digunakan untuk merekam aksi kekerasan tersebut.

“Saya hanya teriak ‘Berhenti pukuli adik saya!’ berulang-ulang. Saat itu saya dijambak sampai terjatuh dalam posisi duduk. Dari belakang, ada yang terus menjambak saya,” tutur C.

Ironisnya, meski C sudah berteriak memberi tahu bahwa dirinya sedang mengandung, para pelaku tidak bergeming. “Saya teriak ‘Saya hamil!’, tapi kepala saya tetap ditoyorin (didorong kasar) bolak-balik. Saya dijambak sekitar tiga kali,” sambungnya. Keributan baru mereda setelah sejumlah warga sekitar datang melerai.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, C dan P resmi melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polres Metro Jakarta Timur dengan membawa bukti visum.

Komentar