‘Kena Olah’ Sang Wamen: Cerita di Balik Ducati dan Dana Operasional Rp1 Miliar Noel

Hukum343 Dilihat

BeTimes.id– Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta yang dingin, Senin (20/4), Irvian Bobby Mahendro mengungkap sisi gelap di balik dinding Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Sosok yang kerap dijuluki ‘Sultan’ Kemnaker ini membeberkan bagaimana mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan yang akrab disapa Noel diduga menggunakan otoritasnya untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Cerita bermula tak lama setelah Noel dilantik pada Oktober 2024. Melalui seorang perantara bernama David, instruksi mulai mengalir. Bobby mengenang sebuah pertemuan di bulan Desember, saat David menyampaikan pesan singkat namun berat: ada kebutuhan “dana operasional” untuk sang Wamen.

“Permintaan uang itu untuk keperluan terdakwa sebesar Rp500 juta sebanyak dua kali. Totalnya Rp1 miliar,” ujar Bobby dengan nada datar saat menjawab pertanyaan jaksa mengenai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya.

Bobby hanya bisa mengiyakan; sebuah pengakuan yang mempertegas dakwaan jaksa mengenai adanya aliran dana haram di lingkungan Binwasnaker dan K3.

Namun, “permintaan” tidak berhenti pada angka bulat miliaran rupiah. Menjelang akhir tahun, nuansa Natal pun tak luput dari bidikan. Bobby mengaku diminta berkontribusi untuk perayaan hari besar tersebut. Meski nominalnya tak dipatok, Bobby berinisiatif menyerahkan Rp50 juta melalui seorang staf perempuan yang diduga anak buah Noel.

“Saya konfirmasi ke beliau (Noel) bahwa uang itu sudah diserahkan,” tambah Bobby.

Momen ‘Kena Olah’ dan Ducati Scrambler
Fragmen paling mencolok dalam kesaksian Bobby adalah saat ia merasa “kena olah” terkait hobi otomotif. Obrolan santai tentang sepeda motor di penghujung 2024 ternyata berujung pada permintaan fisik.

“Dek, kamu main motor ya?” tanya Noel kala itu, seperti ditirukan Bobby. Obrolan yang awalnya hanya soal rekomendasi tipe motor yang cocok, dengan cepat berubah menjadi instruksi pengadaan. Bobby menyarankan Ducati Scrambler, sebuah motor gahar yang ternyata memikat hati sang Wamen.

Bobby mengaku sempat kaget saat Noel terus menanyakan progres motor tersebut. “Gimana kamu, motor gimana?” tagih Noel dalam sebuah kesempatan. Tak punya pilihan, Bobby akhirnya memesan unit seharga Rp600 juta menggunakan dana non-teknis hasil pengurusan sertifikasi K3.

Motor mewah itu sempat mampir dua hari di kediaman Bobby sebelum akhirnya diangkut menggunakan truk towing menuju rumah Noel di Depok pada awal 2025. Bobby memastikan bahwa unit tersebut telah diterima melalui konfirmasi langsung kepada Noel.

Dakwaan Berantai
Kesaksian Bobby ini menjadi kepingan puzzle penting bagi Jaksa KPK yang mendakwa Noel telah melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi total Rp3,3 miliar serta satu unit Ducati Scrambler. Praktik lancung ini diduga melibatkan jaringan ASN di Kemnaker dan pihak swasta sejak periode 2021 hingga 2025.

Noel kini harus menghadapi kenyataan pahit di kursi pesakitan, dituduh menyalahgunakan kekuasaan dalam penerbitan lisensi keselamatan kerja (K3) sebuah otoritas yang seharusnya melindungi nyawa pekerja, namun dalam perkara ini, justru diduga dijadikan komoditas untuk memenuhi gaya hidup “sultan”. (ralian)

Komentar