Ikhtiar GAMKI Menjaga Kedaulatan di Tengah Ketidakpastian Global

Uncategorized323 Dilihat

 BeTimes,id–Peringatan Paskah bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum bagi pemuda Kristen untuk merefleksikan pengorbanan melalui aksi nyata bagi kemanusiaan. Pesan kuat ini menggaung dalam Ibadah Puncak Paskah Nasional dan Dies Natalis ke-64 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang digelar di Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (27/4).

Membawa tema “Kebangkitan Kristus dan Kelahiran GAMKI: Kedaulatan dan Solidaritas di tengah Ketidakpastian Global”, acara ini menjadi panggung bagi GAMKI untuk menegaskan perannya sebagai pilar ketahanan nasional di tengah gejolak geopolitik dunia.

Meneladani Filosofi Sitou Timou Tumou Tou

Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menekankan bahwa esensi Paskah adalah kemenangan atas dosa yang harus diwujudkan dalam solidaritas kepada sesama. Ia mengajak kader GAMKI keluar dari zona nyaman dan melampaui ketakutan akan masa depan.

“Paskah adalah momentum untuk bergerak. Masyarakat dunia sedang dihantam krisis energi dan pangan akibat perang. GAMKI tidak tinggal diam; kami bekerja sama dengan Sinode Gereja di NTT, Sulawesi, dan Maluku untuk mendorong ketahanan pangan lokal,” ujar Sahat.

Sahat juga mengutip filosofi pahlawan nasional asal Sulawesi Utara, Sam Ratulangi, yakni Sitou Timou Tumou Tou—manusia hidup untuk memanusiakan orang lain. Menurutnya, integritas dan keberanian seperti yang ditunjukkan Robert Wolter Monginsidi harus menjadi api semangat bagi pemuda Kristen saat ini.

Dukungan Strategis untuk Hilirisasi dan Ekonomi

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada perhelatan ini dengan mengutus dua Wakil Menteri sekaligus. Todotua Pasaribu (Wamen Investasi dan Hilirisasi) dan Dzulfikar Ahmad Tawalla (Wamen Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) hadir memberikan perspektif kebijakan publik.

Dalam pidatonya, Todotua memaparkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% yang membutuhkan stabilitas sosial dan iklim investasi yang kondusif. Sementara itu, Dzulfikar menyoroti tantangan urbanisasi dan penuaan populasi (seperti fenomena Akiya di Jepang) serta pentingnya kebijakan yang berpihak pada desa.

Sahat juga mengemukakan, mendukung penguatan keamanan inklusif demi stabilitas di tengah persaingan kekuatan global. “Mendorong diversifikasi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan impor,”ujarnya. 

Sahat juga mengatakan, mengakselerasi nilai tambah ekonomi untuk memperkuat fundamental nasional.

Apresiasi dan Prestasi: GAMKI Award 2026

Ketua Panitia yang juga Bendahara Umum DPP GAMKI, Rio Dondokambey, menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Kotamobagu sebagai tuan rumah. “Kehadiran tokoh nasional di ‘Tanah Totabuan’ ini membuktikan bahwa semangat pengabdian pemuda Kristen tersebar hingga ke pelosok negeri,” kata anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Puncak acara ditandai dengan penganugerahan GAMKI Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi bagi kepengurusan daerah yang konsisten melakukan pembinaan dan berdampak bagi masyarakat.

Untuk kategori DPD berprestasi pemenang berturut-turut adalah NTT, Maluku, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan.

Kategori DPC berprestasi pemenang berturut-turut di antaranya Salatiga, Alor, Medan, Cimahi. 

Refleksi Teologis dan Semarak Budaya

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Christine Raintama Pangulimang, yang merefleksikan Efesus 2:10. Ia menyebut kuasa kebangkitan Kristus harus mampu memperbarui perspektif pemuda dalam merespons tantangan zaman secara kritis.

Kekayaan budaya Sulawesi Utara turut menyemarakkan suasana melalui penampilan Seni Masamper dari Putra Simfoni Inobonto II. Acara ditutup dengan penampilan penuh khidmat dari penyanyi Maysha Jhuan, membawa ribuan hadirin dalam pujian dan penyembahan yang menyatukan.

Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan organisasi lintas agama seperti Ketua Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, serta tokoh-tokoh gereja dan pemerintahan daerah setempat, meneguhkan komitmen GAMKI dalam menjaga moderasi beragama dan persatuan bangsa. (ralian)

Komentar