Membawa Dunia ke Tanah Air: GMKI Bidik Kursi Tuan Rumah Majelis Umum WSCF

Peristiwa754 Dilihat

Kini, 22 tahun kemudian, estafet itu coba ditarik ke Indonesia.Warisan John R. Mott dan Jejak OikumeneWSCF bukanlah nama baru dalam lembaran sejarah dunia. Berdiri sejak 17 Agustus 1895 di Kastil Vadstena, Swedia, organisasi ini lahir dari visi besar John R. Mott sang peraih Nobel Perdamaian—dan teolog Karl Fries.

Dari rahim federasi inilah gerakan ekumenis modern bermula, yang kemudian membidani lahirnya Dewan Gereja-gereja Sedunia (WCC) pada 1948.Bagi GMKI, yang merupakan anggota nasional (SCM) dari WSCF di Indonesia, perjuangan menjadi tuan rumah ini bukan sekadar urusan seremonial.

Ini adalah upaya mempertegas eksistensi Indonesia dalam jaringan internasional yang terbagi dalam enam wilayah besar, mulai dari Afrika hingga Amerika Utara.

Sejarah mencatat, banyak tokoh bangsa Indonesia tumbuh dalam jaringan ini, mengasah pemikiran tentang nasionalisme dan keadilan sosial di tengah keberagaman denominasi.

Kini, dengan membawa delegasi dari 150 negara ke Indonesia, GMKI tidak hanya ingin mengulang memori kolektif tersebut, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah episentrum penting bagi gerakan mahasiswa Kristen dunia.”Ini adalah forum tertinggi di WSCF Global. Kami berharap doa dan dukungan agar Indonesia terpilih, demi memperkuat eksistensi kita di tingkat internasional,” tutup Jessica.

Komentar