Lantai 20 dan 21 murni menjadi zona sterilisasi sebuah markas operasi yang hanya hidup saat layar-layar komputer menyala. “Di atas itu pure hanya digunakan untuk operasional,” ungkap Wira.
Meski perangkat keras seperti PC dan laptop dibeli secara lokal di Indonesia, ‘otak’ dari bisnis ini sengaja diletakkan di negeri seberang.
Server utama disembunyikan di luar negeri, sebuah upaya teknis untuk memutus jejak digital dari radar aparat kepolisian tanah air.
Tumpukan Mata Uang dan Tangan yang Terborgol Saat tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya mendobrak pintu operasional, para pelaku tak sempat berkutik.
Mereka tertangkap tangan sedang mengelola transaksi taruhan. Di sudut ruangan, polisi menemukan brankas-brankas yang berisi bukti nyata dari perputaran uang haram tersebut.
Bukan hanya rupiah yang terkumpul hingga angka Rp1,9 miliar, tetapi juga tumpukan mata uang asing: 53,82 juta Dong Vietnam serta ribuan lembar dolar Amerika yang masih dihitung detailnya.





Komentar