Menanti Keajaiban Era Habibie Saat Rupiah Tercekat di Angka Rp 17.600

Nasional440 Dilihat

BeTimes– Mata uang Garuda kembali dipaksa menekuk lutut. Pada Senin (18/5), layar-layar pergerakan saham menampilkan angka yang mencemaskan, rupiah ambruk ke level Rp 17.669 per dollar Amerika Serikat (AS).

Kombinasi sentimen eksternal dan rapuhnya kondisi domestik menjadi hantaman bertubi-tubi yang menekan aset berisiko di pasar negara berkembang, tak terkecuali Indonesia.Angka Rp 17.000 bukan sekadar statistik kelam bagi publik.

Ia adalah mesin waktu yang melempar ingatan kolektif bangsa pada memori kelam akhir tahun 1990-an. Saat itu, di tengah riuh rendah runtuhnya Orde Baru dan lahirnya era Reformasi, rupiah hancur lebur hingga menembus level Rp 17.000 per dollar AS.

Namun, sejarah juga mencatat sebuah keajaiban mendarat di tangan dingin Presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Di bawah kemudinya, rupiah yang semula sekarat perlahan bangkit, bahkan sempat melesat perkasa hingga menyentuh kisaran Rp 6.500 per dollar AS.

Kini, di tengah napas rupiah yang kian tersengal, publik kembali menengok ke belakang. Ada secercah harap yang membubung di masyarakat: mungkinkah keajaiban ekonomi era Habibie itu terulang kembali? Mungkinkah rupiah terbebas dari tekanan yang menjeratnya hari ini?Realitas yang BerbedaAsa boleh saja melambung, namun realitas ekonomi berkata lain.

Komentar