Presiden Prabowo Lantik Pimpinan BGN Senin Pekan Depan

Nasional64 Dilihat

BeTimes.id– Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru pada Senin (8/6) pekan depan.

Selain Nanik, Prabowo juga akan melantik para Wakil Kepala BGN yang baru, yaitu Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/6) malam, menjelaskan bahwa secara administratif hukum, ketiganya sudah sah menjadi pimpinan BGN sejak Keputusan Presiden (Keppres) diteken Selasa (2/6) lalu.

“Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita,” ujar Prasetyo.

Perombakan total ini dilakukan setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Ketua BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, resmi dicopot dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ketiganya ditahan atas kasus dugaan korupsi penggelembungan anggaran (mark up) dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan adanya penggelembungan dana pada sejumlah proyek pengadaan, meliputi pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp 1 triliun, pengadaan 32 ribu pasang sepatu, pengadaan 31 ribu unit tablet, hingga pengadaan televisi senilai Rp 75 miliar.

Selain itu, Kejagung mendeteksi adanya aliran dana miliaran rupiah per hari ke yayasan mitra MBG yang terafiliasi dengan para mantan petinggi BGN tersebut.Terkait proses hukum yang berjalan, kantor BGN di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sempat digeledah selama 15 jam oleh Kejagung pada Rabu (3/6).

Bahkan, Wakil Kepala BGN yang baru, Agustina Arumsari, mengaku belum bisa menempati ruang kerjanya karena masih dalam kondisi disegel oleh pihak kejaksaan.”Saya belum bisa menjawab terlalu jauh… saya juga belum dapat ruangan karena ruangannya masih disegel,” ungkap Agustina di kantor BGN, Kamis (4/6).

Meski demikian, Agustina yang memiliki latar belakang sebagai auditor BPKP selama 34 tahun menegaskan akan langsung berfokus pada penguatan tata kelola dan sistem pengendalian internal agar pelaksanaan program tidak bergantung pada individu.

Berdasarkan pengamatan awalnya, sistem validasi dan integrasi data di BGN masih lemah. Ke depan, pihaknya akan mengintegrasikan data BGN dengan kementerian lain, seperti Dapodik dan Kementerian Sosial, serta menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu, Kepala BGN Nanik S Deyang menyatakan kesiapannya untuk bersikap terbuka kepada publik. Dirinya meminta masyarakat untuk terus mengawal dan mengoreksi kinerja lembaga pelaksana program prioritas ini.”Mohon doanya, mohon dukungannya, dan mohon dikoreksi kalau kami salah,” kata Nanik.

Guna menjaga transparansi, Nanik berkomitmen untuk menggelar jumpa pers rutin secara berkala setiap satu atau dua minggu sekali. (ralian)

Komentar