Melalui Gerakan Pemilahan Sampah ini, warga diimbau untuk memulai pemilahan sampah secara mandiri sejak dari tingkat rumah tangga. “Terutama pemilahan sampah organik atau sisa sayur yang dapat dialokasikan untuk dijadikan kompos,” imbuhnya.
Lokasi Percontohan dan Antisipasi Kamtibmas
Sudarna menuturkan, lokasi percontohan pengolahan sampah ini berada di RW 02, RW 04, dan RW 05. Khusus di RW 002, pengolahan sampah basah atau rongsok dilakukan di lahan seluas sekitar 1,5 meter untuk kapasitas 3 RT dalam pembuatan kompos.
Di lokasi tersebut juga telah dibuat biopori jumbo, yang rencananya akan direplikasi ke seluruh lingkungan Kelurahan Malaka Sari.
Selain masalah lingkungan, pertemuan ini juga membahas isu Keamanan, Ketertiban Umum (Tibum), dan pencegahan tawuran. Sudarna memaparkan bahwa kondisi wilayah Malaka Sari yang terdiri dari 137 RT dan 10 RW saat ini dalam status aman dan terus dipantau.
Langkah pencegahan tawuran dilakukan lewat koordinasi aktif 4 Pilar, yaitu Polsek, TNI, Satpol PP, FKDM, bersama warga. Sudarna mengonfirmasi bahwa pergerakan massa atau tawuran kerap dihimpun melalui media sosial atau WhatsApp, namun aksi nyatanya sejauh ini bukan terjadi di area Malaka Sari.






Komentar