Antrean Harapan di Balik Eksekusi Hotel Sultan, Menanti Kejelasan di Tengah Rencana Perombakan

Hukum11 Dilihat

Di sudut lain, desas-desus menjadi satu-satunya pelipur lara. Windy, staf housekeeping, mengaku mendapat kabar dari atasan bahwa negara akan menyerap kembali tenaga kerja hotel tersebut karena manajemen hanya akan berganti. “Katanya nanti hotelnya tetap ada, cuma ganti manajemen saja,” tuturnya.

Keyakinan serupa dirasakan Wahyu (bukan nama sebenarnya). Karyawan dapur ini mendengar selentingan bahwa operasional hotel akan kembali normal paling lambat Januari tahun depan. “Enam bulan lagi mungkin buka lagi, soalnya kan mau dikosongkan dulu,” katanya optimis.

Namun, Wahyu tidak ingin berpangku tangan. Jika penantian itu berlarut-larut, ia sudah menyiapkan rencana cadangan, berjualan makanan kecil bersama istrinya untuk menyambung hidup.

Imam (30) melihat sisi lain dari transisi ini. Baginya, bekerja di bawah naungan PPK GBK yang berarti bekerja untuk negara terasa lebih menjanjikan dan aman daripada manajemen swasta sebelumnya. “Kalau belum jelas dalam sebulan ke depan, saya akan melamar ke tempat lain. Tapi, kalau dikontrak lagi, tentu itu harapan utama,” ungkap Imam.

Kontras dengan Rencana “Ikon Baru”

Di saat para karyawan menggantungkan nasib pada wacana pengoperasian kembali hotel, pihak otoritas memiliki pandangan berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *