Sebagai contoh, ia mengatakan saat ini sebanyak 18.000 kilometer (km) garis pantai di seluruh wilayah Indonesia berada dalam kategori rentan hingga sangat rentan terhadap perubahan iklim.
Mulai dari ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan air laut yang berpotensi sangat mempengaruhi aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di sekitar wilayah pesisir.
Masalahnya, di Pulau Jawa, khususnya di sepanjang pantai utara (Pantura), aktivitas ekonomi masyarakat menyumbang sekitar 27% dari PDB nasional.
Lebih dari itu, 60% industri nasional berada di wilayah pesisir utara Jawa, membuat ancaman iklim tadi menjadi sangat besar.”Jakarta sendiri diperkirakan bisa kehilangan setidaknya US$ 186 juta setiap tahun akibat risiko banjir, kerusakan infrastruktur, bangunan, dan hilangnya lahan produktif,” ujar Rachmat.
Menghadapi kenyataan ini, menurutnya pemerintah tidak hanya tinggal diam. Dalam hal ini pemerintah telah menyusun strategi pencegahan dan mitigasi melalui tiga pilar utama.
