“Pertama, pengendalian air akar masalah, yaitu kita mendorong pengendalian sumur bor, pengelolaan air tanah yang berkelanjutan, serta pengurangan beban pembangunan di kawasan pesisir,” ucap Rachmat.
“Kedua, restorasi ekosistem pesisir, di mana kita melakukan rehabilitasi mangrove sebagai benteng alami dan program reforestasi besar-besaran seluas 12 juta hektare yang saat ini telah dicanangkan,” jelasnya lagi.
Ketiga, pemerintah mendorong pembangunan pesisir berbasis data melalui Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu (SEPAKAT), termasuk proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
“Kita mencanangkan penanggulangan persoalan perubahan iklim melalui program infrastruktur fisik, sosial, ekonomi, sekaligus digital,” pungkasnya. (ralian)
