Nanik, lanjut Dirga, juga melihat sendiri bagaimana MBG menghidupkan ekonomi rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh hasil produksinya tidak terserap. Pedagang pasar harus membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli.
Nanik S Deyang baru dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6). Pelantikan dilakukan bersamaan dengan Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Nanik menyebutkan, dirinya harus berangkat ke luar negeri untuk pengobatan jantung.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di Luar Negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini saya berangkat,” ujar Nanik dalam akun Facebook pribadinya, dikutip Rabu (22/7).
Nanik mengatakan, dirinya memilih berobat di luar negeri bukan karena tidak percaya dengan dokter Indonesia. Dia mengeklaim hanya untuk second opinion, serta direkomendasikan oleh temannya.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tuturnya.
