Dari sisi anggaran, Timboel menyebut biaya pelatihan tersebut tergolong mahal dan tidak sedikit. Ia mengingatkan bahwa dana operasional tersebut bersumber dari dana buruh yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penggunaannya harus lebih bijak dan akuntabel.
“Seharusnya dana buruh digunakan secara lebih baik oleh direksi untuk menciptakan pekerja yang andal dengan pelayanan yang baik kepada peserta,” ujarnya.
Atas hal tersebut, BPJS Watch mendesak pihak direksi BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan klarifikasi terbuka terkait alasan penyelenggaraan pelatihan fire walk dan keterlibatan aparat dalam program tersebut. Pihaknya juga meminta agar kegiatan pelatihan sejenis segera dihentikan. (ralian)
