Dituduh Terlibat Kericuhan Demo, GRIB Jaya Siapkan Langkah Hukum dan Bantah Peristiwa Pejompongan

Hukum175 Dilihat

“Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 22.00–23.00 WIB di sekitar Hotel Peninsula, Jalan S Parman. Saat itu penyampaian aspirasi di Gedung DPR RI sudah selesai. Ketua Umum berinisiatif bersama warga Jakarta Barat untuk menghalau aksi vandalisme agar tidak meluas,” jelas Wilson.

Selain itu, Wilson membantah keterlibatan GRIB Jaya dalam insiden di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan meninggalnya seorang pedagang kaca bernama Bambang Setiawan. Ia menegaskan Hercules dan anggotanya tidak pernah mencapai kawasan Pejompongan karena tertahan di wilayah Slipi.

“Mengaitkan insiden kematian tersebut dengan GRIB Jaya sangat salah dan tidak sesuai fakta. Insiden di Slipi dan peristiwa di Pejompongan adalah dua hal yang berbeda,” tegasnya.

Wilson juga membenarkan dugaan pemukulan terhadap seorang pelajar di Pejompongan oleh anggotanya. Ia menjelaskan, anggota GRIB Jaya memiliki identitas khusus yang mudah diindikasikan, salah satunya penggunaan ikat kepala putih saat bertugas di lapangan.

“Anggota kami selalu mengenakan tanda khusus berupa ikat kepala putih. Bisa dilihat kembali dari rekaman video yang beredar, pelaku pemukulan tidak menggunakan tanda tersebut,” pungkas Wilson sembari meminta publik dapat membedakan massa penyampai aspirasi dengan pihak yang melakukan tindakan kriminal. (ralian)

Komentar