Sinode GKPI Sesalkan Pembubaran Kebaktian di Rajeg Tangerang, Imbau Jemaat Tetap Tenang

Bishop Pdt Humala juga menyerukan, kepada warga Jemaat Poskeb GKPI Mauk Sepatan dengan penuh kasih mengajak untuk tabah dan teguh kepada Tuhan Sang Pemilik Gereja. Tetaplah tabah dalam menghadapi setiap tekanan dan tantangan yang ada. “Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Di balik setiap penderitaan yang kita alami, ada maksud Tuhan yang terindah buat gereja kita,”imbuh Bishop Pdt. Humala Lumban Tobing.

Sinode juga mengajak seluruh Jemaat GKPI agar mendoakan Poskeb GKPI Mauk Sepatan agar mereka dikuatkan oleh Tuhan, terutama agar mereka dapat beribadah dengan baik, tenang, dan damai untuk waktu dan kesempatan selanjutnya. “Mari kita menunjukkan kepedulian kita dengan doa kepada mereka agar kiranya dapat memperoleh tempat ibadah yang lebih baik layak kedepan. Mari kita bergandengan tangan untuk peduli dan membantu warga Jemaat Poskeb GKPI Mauk Sepatan ini,” ucap Bishop Pdt. Humala Lumbantobing.

Sinode GKPI meminta warga Jemaat GKPI mendoakan pemerintah, aparat kepolisian dan pihak-pihak lain yang sudah memediasi permasalahan tersebut. “Kita berterima kasih kepada mereka seraya mendoakan mereka agar kiranya dengan penuh hakekat dan bijaksana dapat terus mengayomi dan mendukung peribadahan dan keberadaan Poskeb GKPI Mauk Sepatan ini ke depannya,” ujarnya.

Sebelumnya, terjadi penyerangan dan pembubaran gereja GKPI Mauk Sepatan, Resort Tangerang-Banten, oleh sekelompok masyarakat, Minggu (20/9).

Setelah sekelompok orang menutup paksa GKPI Mauk Sepatan kegiatan ibada selama dua minggu ke depan akan direlokasi ke kawasan Pasar Kemis sembari menunggu hasil mediasi di tingkat Kecamatan Rajeg.

Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menyatakan lokasi gedung ibadah saat ini dikunci sementara berdasarkan kesepakatan musyawarah demi menghindari provokasi dan gesekan.

“Sementara menunggu proses mediasi, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan. Warga diimbau tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah gesekan,” ujar Indra, Senin (21/9/2026).

Indra menegaskan kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing sebagaimana diamanatkan undang-undang. (Ralian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *