Sebanyak 51 Orang Terserang DBD di Kabupaten Bekasi

Uncategorized276 Dilihat

BeTimes.id-Sebanyak 51 warga yang tersebar di Kabupaten Bekasi terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga Februari 2020 lalu, menurun jika di banding periode yang sama tahun 2019 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny mengatakan, di bulan Januari 2020 sebanyak 30 kasus DBD, sedangkan di bulan Februari sebanyak 21 kasus. “Alhamdulillah terjadi penurunan kasus dari tahun  di bulan yang sama, yaitu di bulan Januari 2019 awalnya 85 kasus, sekarang menurun menjadi 30 kasus, dan di bulan Februari 2019 sebanyak 152 kasus, dan  menurun menjadi 21 kasus,” ucap Sri.

Diungkapkan, data kasus DBD tertinggi per kecamatan sepanjang tahun 2020 ini,  di Kecamatan Setu, Kecamatan Tarumajaya dan Kecamatan Cibarusah.

“Sebaran kasus DBD merata di setiap Kecamatan, namun jika dilihat kasus DBD tertinggi ada di Kecamatan tersebut, kasus DBD juga banyak terjadi pada usia rata-rata 12-44 tahun,” ungkapnya.

Guna semakin menekan angka penyebaran kasus DBD, Sri Enny memaparkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah melakukan berbagai upaya penanggulangan DBD, di antaranya :

  1. Pembentukan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik) atau G1R1J
  2. Penyuluhan di setiap puskesmas dalam rangka penyebaran informasi terkait gertak PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)

3.Gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Memantau, dan Menimbun)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga kebersihan diri, rumah dan lingkungan. Terutama untuk tidak membuang sampah sembarangan. Di mana sampah dibuang sembarangan nantinya akan menjadi tempat jentik nyamuk untuk tumbuh dan berkembang.

“Banyak faktor terjadinya kasus DBD, seperti  peralihan dari musim hujan ke musim panas. Mulailah dari hal kecil dulu saja, seperti tidak membuang sampah sembarangan, itu hal kecil tetapi dapat berdampak besar,” ucapnya.

Sri Enny  mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk mulai peduli dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat) sehat, guna meningkatkan kualitas hidup dan terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya DBD.

“Saya mengajak untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, untuk peduli akan GERMAS sehat, karena sehat dimulai dari diri kita sendiri,” katanya..

Gerakan Masyarakat Sehat suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama  seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2017, GERMAS  untuk mewujudkan peningkatan edukasi hidup sehat, peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan perilaku hidup sehat, dan peningkatan aktivitas fisik.(hem)

 

 

Komentar