Akibat Macet Jakarta, Pemerintah Rugi Rp 100 Triliun

Nasional76 Dilihat

BeTimes.id– Berdasarkan TomTom Traffic Index 2025, Jakarta berada di peringkat ke-90 dari 500 kota termacet di dunia. Persoalan kemacetan yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh pertumbuhan kendaraan baru yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada, sementara jumlah kendaraan setiap tahun semakin bertambah.

“Permasalahan ini tidak lepas dari ketidakseimbangan antara pertumbuhan kendaraan dan ruas jalan,” kata Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memimpin apel kolaborasi pengendalian kemacetan bersama aparat gabungan TNI/Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/8).

Lebih lanjut Rano Karno juga menyoroti rendahnya penggunaan transportasi umum oleh masyarakat. Dari total 20,2 juta perjalanan per hari di Jakarta, baru 22,19 persen yang menggunakan angkutan umum.

Kondisi ini membuat kendaraan pribadi menjadi penyumbang utama polusi udara. Menurut Rano, banyak masyarakat yang masih mengandalkan kendaraan pribadi. “Hal inilah yang menyebabkan sektor transportasi menjadi penyumbang polusi udara terbesar,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, kerugian akibat kemacetan diperkirakan mencapai Rp 100 triliun per tahun atau sekitar 4 persen PDB Jabodetabek.

Komentar