Tewasnya Driver Ojol di Aksi Demo, Kapolri Minta Maaf ke Keluarga Korban

Hukum107 Dilihat

Sejumlah elemen dari mahasiswa dan buruh menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR sejak Kamis (28/8) siang. Demo awalnya berlangsung kondusif. Situasi mulai memanas sejak sore hari. Polisi lalu memukul mundur massa hingga mereka terpencar ke beberapa titik.

Di tengah situasi ricuh itu, insiden yang melibatkan rantis Brimob juga terjadi di Jakarta. Salah seorang sopir ojek online diketahui meninggal dunia usia terlintas rantis Brimob tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri juga telah bertemu keluarga korban di RSCM Polri pada Kamis (28/8) malam. Irjen Asep menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan berkomitmen dalam menindak tegas pelaku yang terlibat.

Terkait korban jiwa, Keta Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati mengutuk keras atas tindakan aparat polisi Brimob yang represif yang mengakibatkan jatuhnya korban ojol yang meninggal dunia 1 orang atas nama Affan Kurniawan, dan 1 orang korban luka-luka pada hari Kamis, 28 Agustus 2025 saat berlangsungnya demonstrasi masyarakat di Gedung DPR.

Atas kejadian itu, Lily mengatakan SPAI menuntut segera:

  1. Kapolri untuk segera menghentikan tindakan represif agar tidak ada lagi yang jatuh korban.
  2. Kapolri untuk bertanggung jawab atas jatuhnya korban meninggal dunia dan luka-luka.

“Atas tragedi ini kami menghimbau kawan-kawan ojol bersatu dan merapatkan barisan untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan diselesaikan secara adil.
Kami juga mohon dukungan masyarakat dalam memantau perkembangan peristiwa ini agar tidak terjadi lagi tindakan kekerasan yang menimbulkan korban,”ujar Lily. (ralian)

Komentar