Refleksi Awal Tahun 2026, YPDT: Bencana Sumatera Paling Mematikan di Indonesia

Nasional512 Dilihat

BeTimes.id– Refleksi Awal Tahun 2026, Ketua Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Maruap Siahaan mengatakan, agar Pemerintah Pusat segera menetapkan status bencana nasioanal untuk Sumatera.

“Jelas, bencana ekologi Sumatera maha dasyat. Perlu 20-30 tahun untuk memulihkan Kawasan terdampak ini. Begitupun hingga hari ini pemerintah pusat belum menyatakannya sebagai bencana nasional. Ajaib, tentu,” ujar Maruap dalam Refleksinya secara tertulis, di Gedung Persada Halim, Jakarta Timur, Jumat (9/01).

Dalam Refleksi Awal Tahun 2026, Maruap mengajak dua sesepuh YPDT, Payaman Simanjuntak dan Haposan Silalahi untuk Bersama di dalam satu podium menyampaikan pandangan YPDT bertajuk,”Belajar Banyak Dari Bencana Ekologi Sumatera, Tutup Selamanya TPL dan Perusahaan Lain: Perusak Kawasan Danau Toba”.

Maruap mengutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 6 Januari 2026, korban yang meninggal sudah 1.178 orang. Dengan rincian terbanyak di Aceh Utara yang meninggal sekitar 229 orang, Kabupaten Agam (194 orang),dan Tapanuli Tengah (128 orang).

“Korban yang masih mengungsi 242.174 orang. Inilah bencana yang paling mematikan di negeri kita,” ucap alumnus Institute Teknologi Bandung (ITB) itu.

Komentar