Ahok Mengaku Keluar dari Komut Pertamina Karena Beda Politik dengan Jokowi, Ini Alasan Lainnya

Hukum53 Dilihat

BeTimes.id– Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkap alasan dirinya mundur sebagai Komisaris Utama Pertamina karena beda jalan politik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2024.

Dalam pengunduran itu, Ahok mengaku meninggalkan catatan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) dengan sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen.

Dikatakan jajaran direksi saat itu sudah menandatanganinya.”Saya seharusnya sudah mengundurkan diri di akhir Desember 2023 setelah saya selesai menyusun RKAP 2024.

Sayangnya, RKAP 2024 pengesahan RUPS oleh Menteri BUMN terlambat. Baru dilakukan di Januari. Nah, begitu dilakukan di Januari, saya mundur,” ujar Ahok, dalam keterangan sebagai saksi dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (28/01).

“Tapi di situ saya sudah meninggalkan sebuah catatan RKAP dengan sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen dan direksi semua sudah tanda tangan. Nah, saya keluar karena alasan politik, beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi,” imbuhnya.

Ahok menjelsakan situasi dan kondisi di dalam Pertamina. Dia mengaku pernah marah saat rapat karena tak ada pemberitahuan ke Komut terkait pencopotan direktur.”Mungkin itu saya jelaskan situasi di dalam, Pak, ya. Oke. Saya pernah waktu baru jadi komut tiba-tiba ada direktur yang dicopot dari holding. Saya marah di dalam rapat. Ini apa-apaan kok komut nggak tahu ada direktur diganti dari menteri,” ujar Ahok.

Ahok menyebutkan dia ditegur bagian corporate secretary (corsec) yang menjelaskan kewenangan pergantian direksi sepenuhnya berada di tangan Menteri BUMN.

Ahok emosi dan nyaris melempar botol ke orang corsec tersebut.”Lalu ada bagian corsec saya lupa corsec itu corporate secretary, dia angkat tangan, ‘mohon maaf Pak Komut, Pak Komut itu nggak berhak untuk menentukan direksi mana diganti mana nggak, itu haknya menteri BUMN. Saya waktu itu mau saya lempar pakai botol air minum sudah dia gituin saya,” ujar Ahok.

Ahok mengaku tak mengenal buron Riza Chalid. Ahok bahkan mempertanyakan sekuat apa Riza Chalid hingga disebut melakukan intervensi di Pertamina. Mulanya, anak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza, menanyakan pengenalan Ahok dengan ayahnya.”Pernah nggak, Pak, ada laporan kepada Pak Ahok bahwa Muhammad Riza Chalid itu memaksa sewa termi.

Pengacara Kerry, Patra M Zen, juga mendalami Ahok terkait PT Orbit Terminal Merak (OTM). Ahok mengaku baru mengenal PT OTM dari media karena perkara ini.”Jadi terkait dengan tangki selama periode 22 November 2019 sampai 1 Februari 2024 Bapak jadi komisaris utama tidak pernah ada laporan tidak ada pernah pengaduan terkait dengan PT OTM, Orbit Terminal Merak, enggak ada ya?” tanya pengacara.”Tidak ada, saya juga baru dengar OTM itu dari media,” jawab Ahok.

Ditemui seusai sidang, Ahok mengatakan tak ada intervensi sewa terminal BBM Merak dari Riza Chalid. Ahok juga heran dan mempertanyakan sekuat apa pengaruh Riza Chalid sehingga disebut bisa memengaruhi Pertamina.”Nggak pernah, itu cuma, selalu orang ngomongin di media, saya juga heran, sekuat apa sih beliau sampai intervensi? Kita kan jaganya gitu ketat,” ujar Ahok seusai sidang. (ralian)

Komentar