Longsor TPST Bantargebang, 4 Korban Tewas

Peristiwa54 Dilihat

BeTimes.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat mengaktifkan Operasi Tanggap Darurat menyusul musibah longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3) sekitar pukul 14.00 WIB.

Langkah koordinasi lintas instansi langsung dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas, penanganan korban, serta stabilisasi area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah Jakarta dapat segera dipulihkan.

Evakuasi dan Data Korban hingga Minggu malam, tim gabungan yang terdiri dari Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Damkar, Polsek, hingga Koramil Bantargebang masih terus melakukan pencarian di Zona 4C, Kelurahan Cikiwul.

Ramli Prasetio dari Humas Kantor SAR Jakarta mengonfirmasi bahwa empat orang ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa ini. Adapun identitas korban tewas adalah, Enda Widayanti (25), sehari-hari bekerja sebagai Pemulung.

Jenazahnya dipulangkan ke Banten.Sumine (60), Pemilik warung di lokasi (jenazah dipulangkan ke Banten), Dedi Sutrisno (22), Sopir truk Sudin LH Jakarta Pusat (jenazah dipulangkan ke Karawang), dan Irwan Suprihatin, Sopir truk sampah, ditemukan Minggu (8/3) malam.

Selain korban jiwa, dua orang dinyatakan selamat, yakni Setiabudi dan Johan. Seorang pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan juga berhasil selamat dengan luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, memimpin langsung operasi di lapangan. Sebanyak 13 unit ekskavator dikerahkan untuk membuka timbunan sampah yang menimbun setidaknya tujuh truk.

“Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun. Kami juga akan melakukan penataan dan penguatan struktur timbunan secara bertahap agar kembali stabil dan aman bagi operasional,” tegas Asep.

Mengenai kompensasi, Asep memastikan seluruh petugas PJLP yang gugur akan mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan.

Pemerintah juga menanggung biaya pengobatan korban luka serta memberikan santunan sosial bagi warga terdampak non-PJLP, seperti pemilik warung dan pemulung.

Dampak Operasional Sampah JakartaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan bahwa evakuasi masih terus berlanjut karena diduga masih ada korban lain di bawah material longsor.

Akibatnya, alur pembuangan sampah sedikit terhambat.Untuk menjaga kelancaran, DLH DKI mengambil langkah-langkah strategis yakni membuka satu titik buang sementara pada malam hari, Meminta Suku Dinas LH wilayah untuk menunda pengiriman sampah sementara waktu guna menghindari antrean panjang selama proses evakuasi, dan merapikan dua titik buang lainnya untuk normalisasi ritase truk.

Peristiwa ini kembali menyoroti beban berat TPST Bantargebang yang telah beroperasi sejak 1989. Data menunjukkan volume sampah yang masuk terus meningkat dari rata-rata 5.655 ton per hari pada 2015 menjadi 7.228 ton per hari pada 2021.

Selain risiko longsor akibat kapasitas yang hampir penuh, TPST ini juga sempat mengalami kebakaran hebat di Zona 2 pada Oktober 2023 lalu.

Pemprov DKI menyatakan komitmennya untuk terus melakukan optimalisasi fasilitas ini sebagai kegiatan strategis daerah demi memperpanjang umur manfaat lahan sembari mencari solusi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. (ralian)

Komentar