OTT di Bengkulu: Bupati Muhammad Fikri Thobari dan 12 Orang Lainnya Diamankan KPK

Hukum45 Dilihat

BeTimes.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Senin (9/3) malam.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, beserta sejumlah pejabat lainnya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan tidak hanya mengamankan para terperiksa, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti penting.

“Tim mengamankan barang bukti berupa dokumen, bukti elektronik, dan juga uang tunai,” ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).

Total 13 Orang Diamankan

Budi menjelaskan ada 13 orang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut, sembilan orang telah diterbangkan ke Jakarta Selasa pagi untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Pihak yang dibawa ke Jakarta terdiri dari Bupati, Wakil Bupati (Hendri Praja), tiga orang ASN Pemkab Rejang Lebong, dan empat pihak swasta,” urai Budi.

Saat ini, mereka masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki Waktu 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak tersebut. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, juga membenarkan penangkapan tersebut.

Namun, pihak lembaga antirasuah ini belum membeberkan detail perkara korupsi yang menjerat pucuk pimpinan di Rejang Lebong itu.

Profil Harta Kekayaan Bupati

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 19 Agustus 2024, Muhammad Fikri Thobari tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 19,5 miliar.

Rincian aset terbesarnya meliputi tanah dan bangunan Senilai Rp 14,6 miliar yang tersebar di Kepahiang, Rejang Lebong, dan Kota Bengkulu.

Transportasi, di anatranya dua unit mobil, yakni Mitsubishi Eclipse Cross dan Pajero Sport senilai Rp 900 juta.

Kas dan Setara Kas Rp 7,2 miliar. Harta Lainnya Rp 9,7 miliar. Utang tercatat memiliki tanggungan sebesar Rp 12,9 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong masih berlangsung di Gedung Merah Putih KPK. (ralian)

Komentar