Sementara itu, total produksi CPO yang digabung dengan Palm Kernel Oil (PKO) menyentuh angka 56,55 juta ton atau tumbuh 7,18%.
Sepanjang tahun 2025, sektor sawit mencatatkan pertumbuhan yang sangat kuat dengan volume ekspor total 32,34 juta ton (naik 9,51%). Secara nilai, ekspor tahun lalu meroket 29,23% dengan total pendapatan mencapai US$ 35,87 miliar.
Hilirisasi: Membuat Dunia Bergantung pada RI
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan ekspor ini merupakan buah dari strategi hilirisasi yang konsisten didorong pemerintah. Menurutnya, potensi terbesar Indonesia terletak pada pengembangan produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita menguasai lebih dari 60% pasar dunia. Artinya, Indonesia sangat menentukan,” ujar Mentan Amran, Jumat (17/4/2026).
Saat ini, Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan ekspor bahan mentah. Berbagai produk hilir seperti minyak goreng, biodiesel, hingga bahan baku industri makanan dan kosmetik mulai mendominasi pasar internasional.
Inovasi Ekonomi Sirkular dan Zero Waste
Selain hilirisasi industri, sektor sawit Indonesia kini diarahkan menuju model ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Peneliti Pusat Studi Sawit IPB University, Siti Nikmatin, menjelaskan bahwa kelapa sawit adalah zero waste crop tanaman tanpa limbah karena seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan.







Komentar