BeTimes.id — Ketua komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, merespons tajam tren negatif terkait turunnya pencapaian Kota Layak Anak (KLA)
Tren tersebut kata dia, bukanlah sekedar angka di atas kertas, melainkan indikasi nyata adanya kelemahan dalam sistem pemenuhan hak anak di Kota Patriot.
“Kita tidak boleh hanya mengejar predikat, tetapi subtansi. Kota Ramah Anak harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama oleh anak-anak itu sendiri, ” kata Adelia, Kamis (23/4).
Adelia menyoroti sejumlah isu krusial yang menuntut penanganan mendesak. Menurutnya, pemerintah kota harus segera menuntaskan persoalan mendasar seperti Pemerataan akses pendidikan, penciptaan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, hingga ketersediaan fasilitas bermain publik yang terjamin keamanannya.
Lebih jauh, politisi ini mengingatkan bahwa beban perlindungan anak tidak bisa hanya dipikul oleh satu instansi atau dinas tertentu. Dibutuhkan sinergis lintas sektoral secara keroyokan yang melibatkan unsur pemerintah, sekolah, lingkungan sosial, hingga para pelaku dunia usaha.
“Anak-anak adalah investasi masa depan Kota Bekasi. Jika hari ini kita lalai menyediakan ruang yang aman dan sehat bagi mereka, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan Kota ini sendiri, ” jelasnya.
Ia berkomitmen untuk mengawal ketat kebijakan dan program kerja dari dinas-dinas terkait. Pihaknya juga akan mendorong optimalisasi anggaran daerah agar lebih berpihak pada program perlindungan perempuan dan anak serta penyediaan fasilitas publik yang inklusif. (Adv/DPRD)










Komentar