Menelusuri Jejak Senyap Obat Keras di Bekasi, Dari “Sistem Tempel” hingga Kamuflase COD

Hukum1114 Dilihat

BeTimes.id– Di sudut-sudut remang Rawalumbu dan gang-gang sempit Bekasi Timur, sebuah peredaran gelap tengah bergeliat. Bukan lagi lewat etalase warung yang mencolok, melainkan melalui pertemuan-pertemuan singkat nan senyap yang dikenal dengan istilah “sistem tempel”.

Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Untung Riswaji, kini tengah bekerja ekstra keras membedah simpul distribusi obat keras daftar G, seperti tramadol dan eksimer. Hingga Rabu (22/4), jalur utama pasokan barang haram ini memang masih terbungkus rapat, namun tabir modusnya mulai tersingkap.

Pergeseran Modus: Menghilang dari Warung, Muncul di Jalanan. Ada perubahan pola yang cukup signifikan dalam peta peredaran obat ilegal di Kota Patriot.

Jika dahulu para peminat cukup mendatangi warung kelontong tertentu, kini para pengedar lebih memilih bergerak lincah di bawah radar dengan sistem Cash on Delivery (COD).”Modus COD ini sengaja digunakan untuk menghindari pengawasan petugas,” ungkap Untung saat dikonfirmasi.

Pemandangan mencurigakan kini menjadi ciri khas baru, seseorang tampak duduk terpaku di satu titik tertentu, seolah menunggu kawan. Tak lama, seseorang lainnya datang bisa orang dewasa, bahkan tak jarang anak-anak.

Komentar