Antara Angka dan RealitaLaporan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) mengonfirmasi bahwa pinjaman hanya menyumbang porsi kecil, yakni 12,78 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa kedaulatan fiskal Indonesia masih terjaga di tengah badai ekonomi global.Saat pertemuan berakhir dan lampu ruang konferensi dipadamkan, angka Rp9.920 triliun itu tetap tinggal di sana.
Bagi pemerintah, itu adalah modal untuk menggerakkan roda negeri. Namun bagi publik, angka itu akan tetap menjadi pengingat tentang betapa mahalnya harga sebuah pembangunan, dan betapa tipisnya batas antara strategi yang berani dan beban yang nyata. (ralian)










Komentar