Lonceng Duka dari Merauke: Saat Senior GMKI Menggugat ‘Pesta’ di Atas Tanah Mama

Uncategorized143 Dilihat

Para senior GMKI dari berbagai angkatan menonton Film dokumenter bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. Menyerukan Tanah Papua bukan Tanah Kosong.

BeTimes.id-Para senior GMKI dari berbagai angkatan menonton Film dokumenter bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. Menyerukan Tanah Papua bukan Tanah Kosong. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang tenang di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (12/5) sore, suasana mendadak pekat oleh kegetiran. Layar lebar baru saja selesai memutar fragmen-fragmen luka dari ufuk timur Indonesia.

Dokumenter bertajuk ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ baru saja usai, namun bagi 50-an anggota komunitas Bible Study Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), pergulatan batin justru baru dimulai.

Selama 89 menit, film garapan WatchDoc bersama Greenpeace Indonesia, Jubi, Yayasan Bentala Pusaka, dan Ekspedisi Indonesia Baru itu mendedah realita yang nyaris mustahil dicerna dengan nalar keadilan, hutan yang hilang, masyarakat adat yang terasing di tanah sendiri, dan janji-janji kemakmuran yang justru berujung pada hilangnya ruang hidup.

Gema Suara dari Balik Mimbar

Bagi Gereja, isu Papua bukan sekadar catatan kaki di atas kertas kebijakan. Kepala Biro Papua PGI, Pendeta Ronald Richard Tipilatu, menegaskan bahwa film ini adalah alasan di balik sikap keras PGI menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke.

Sejak Februari 2026, PGI melalui Ketua Umum Pendeta Jacklevyn Manuputty dan Sekjen Darwin Darmawan telah melayangkan nota keberatan resmi. Mereka mencium aroma pelanggaran hak dasar dalam ambisi besar food estate, perkebunan sawit, dan tebu bioetanol yang melibas wilayah adat Suku Marind.

Komentar