Air Mata dan Amarah di Ruang Sidang, Noel: “Saya Menyesal Jadi Wakil Menteri”

Hukum518 Dilihat

BeTimes.id– Di sela-sela jeda persidangan yang riuh pada Senin (18/5), Immanuel Ebenezer tak mampu lagi membendung kekecewaannya. Pria yang akrab disapa Noel ini meluapkan amarah yang mendalam setelah mendengarkan bait demi bait tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan tersebut merasa dihakimi bukan oleh fakta, melainkan oleh sebuah skenario besar.

​“Saya menyesal sekali menjadi wakil menteri,” cetus Noel, suaranya bergetar di koridor pengadilan.

​Bagi Noel, tuntutan yang baru saja dibacakan adalah sebuah kengerian hukum. Ia memandang jaksa telah menutup mata dari dinamika yang terungkap sepanjang persidangan dan memilih membangun narasi di atas pondasi asumsi. “Ya hari ini mengerikan sekali ya tuduhan jaksa tanpa melihat fakta-fakta persidangan. Kalau semua didasarkan oleh asumsi, semua bisa ditangkap se-Republik ini!” ujarnya dengan nada tinggi.

​Menantang Lembaga Antirasuah

Di tengah himpitan hukum, Noel justru melempar memorabilia masa lalunya saat memimpin di Kemenaker. Ia membandingkan rapor dirinya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengeklaim bahwa jemarinya telah menyelamatkan lebih banyak uang rakyat dibanding lembaga antirasuah tersebut.

Komentar