“KPAI mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat, transparan, dan menyeluruh dalam mengusut jaringan yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya pihak yang mengambil keuntungan ekonomi,” ujar Aris pada hari yang sama.
Aris juga mengingatkan netizen dan masyarakat luas agar berhenti menyebarkan video tersebut demi melindungi identitas dan masa depan anak-anak yang menjadi korban. “Fokus utama harus pada penyelamatan dan perlindungan anak, bukan sensasi viral,” imbuhnya.
Menyisir Lokasari, Mengejar Jaringan
Gerakan di ruang publik ini segera memicu respons dari birokrasi dan aparat keamanan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim langsung bergerak di hari yang sama saat gelombang kecaman memuncak.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, memastikan bahwa Pemprov DKI memandang kasus Lokasari dengan sangat serius. “Sudin PPAPP (Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk) serta Sudin Sosial Jakarta Barat sudah turun langsung ke lokasi,” ungkap Chico. Pemprov kini tengah berkoordinasi intensif dengan jajaran Pemkot Jakarta Barat untuk menyisir kawasan tersebut.
Sementara itu, di lini penegakan hukum, Polsek Tamansari mulai mengumpulkan serpihan petunjuk. Kapolsek Tamansari, Bobby M. Zulfikar, membenarkan bahwa anggotanya telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).









Komentar