Persaingan Sehat, Bukan Monopoli: Catatan Kritis Kebijakan Ritel di Lombok Tengah

Opini100 Dilihat

2. Ancaman Terhadap Sektor Lapangan Kerja FormalRitel modern adalah salah satu penyerap tenaga kerja muda terbesar. Di tengah angka Pengangguran Terbuka yang masih berkisar di angka 7,3 juta orang (4,8%), kehadiran ritel modern sangat membantu pemerintah.

Berbeda dengan sebagian personil koperasi yang serapan kerjanya masih bersifat informal atau semi-formal (bahkan mungkin bergantung pada stimulan APBN di tahun-tahun awal), ritel modern menawarkan lapangan kerja formal.

Ada kepastian upah layak, jam kerja terstruktur, jaminan sosial (BPJS), serta kepastian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

3. Potensi Kehilangan Pendapatan NegaraSektor formal seperti ritel modern menyumbang kontribusi langsung pada kas negara melalui PPh 21 pekerja, pajak keuntungan korporasi, hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari setiap transaksi barang.

Selain itu, iuran jaminan sosial pekerja ritel yang dikelola negara turut memutar roda perekonomian melalui pembelian instrumen Surat Berharga Negara (SBN) untuk menopang APBN.

Komentar