Rakyat Menunggu Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Agenda Kunjungan Luar Negeri

Opini295 Dilihat

Dikesankan, kunjungan ke luar negeri hanya jalan-jalan, selagi menjadi penguasa di republik ini yang bisa menggunakan APBN untuk  maksud tersebut.

Selain tentang pembukaan lapangan kerja, kunjungan ke luar negeri pun pasti membutuhkan mata uang asing seperti dolar yang memang saat-saat ini sedang kurang ketersediaannya di pasar uang kita sehingga rupiah melemah terus dan sudah menembus Rp 17.845 lebih per 1 dolar. Ke depan, masih diperkirakan terus melemah yang bisa mencapai 18 ribuan hingga 19 ribuan per 1 dollar.

Dengan kondisi rupiah seperti ini sebaiknya kunjungan ke luar negeri dibatasi saja, sesuaikan dengan skala prioritas keperluannya, yang memang bisa mendukung ekonomi bangsa kita seperti pembukaan lapangan kerja.

Tidak hanya pejabat Pemerintah yang perlu dibatasi, saya mendapat informasi ada sekitar 80 an orang elit Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB)  yang akan berbondong bondong menghadiri Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke 114 di Jenewa, Swiss dari tanggal 1 sampai 12 Juni ini. Itu belum terhitung utusan Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha yang juga dipastikan akan banyak yang datang.

Mereka semua yang akan hadir di Jenewa kan pasti menggunakan mata uang asing termasuk dollar yang  akan ditukar rupiah di dalam negeri. Mereka akan bawa ke Jenewa, sehingga ketersediaannya pun akan berkurang di pasar uang kita, yang berpotensi akan melemahkan rupiah.

Komentar