Langkah Terakhir Menuju Barak Abadi, Penghormatan Sunyi untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu

Nasional382 Dilihat

“Beliau berkata, ‘Di Aceh itu bukan musuh kita. Lakukan pendekatan manusiawi, jangan ada niat membunuh.’ Beliau mengajarkan kami untuk tidak pernah menyerah, namun tetap menjaga hati nurani sebagai prajurit pejuang.”

Cerita serupa juga mengalir dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Sebagai sesama putra asal Sumatera Bagian Selatan, Tito mengenang bagaimana pembicaraan mereka sering kali melompat dari urusan kabinet yang kaku ke obrolan hangat tentang kampung halaman tentang Sumatera Selatan dan Lampung, tempat Ryamizard menghabiskan waktu dan meninggalkan jejak kedekatan batin.

“Kami pernah bersama-sama di kabinet, saya sebagai Mendagri dan beliau sebagai Menteri Pertahanan,” kata Tito. “Sebagai manusia, tentu tidak lepas dari salah dan khilaf, namun kita maafkan semua kesalahan beliau dan kita doakan agar dimudahkan jalan menghadap Sang Ilahi.”

Kini, perjalanan panjang sang Jenderal mendekati titik akhir. Setelah upacara persemayaman selesai, genderang kematian militer akan ditabuh. Tepat pukul 11.00 WIB, sebuah upacara pelepasan resmi digelar di halaman Kementerian Pertahanan sebelum iring-iringan jenazah bergerak perlahan membelah jalanan Jakarta menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Di sana, di bawah rindangnya pepohonan Kalibata, bumi akan menerima kembali salah satu putra terbaiknya.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan memimpin langsung upacara pemakaman militer tersebut sebagai Inspektur Upacara, memberikan penghormatan tertinggi dari negara yang telah ia bela sepanjang hayatnya. Sang prajurit pejuang itu kini telah benar-benar kembali ke barak terakhirnya barak yang abadi. (ralian)

Komentar