Danantara Kebut Perampingan BUMN Jadi 250 Perusahaan, Jamin Tak Ada PHK

Bisnis32 Dilihat

Angka ini diperoleh dari pemangkasan praktik transaksi berlapis (layering transaction) antara induk perusahaan, anak, cucu, hingga cicit usaha yang selama ini memicu inefisiensi besar.

“Selama ini kita membiasakan transaksi berlapis yang menyebabkan inefisiensi. Kurang lebih inefisiensinya saja mencapai Rp30 triliun,” kata Dony.

Sebagai contoh, Danantara telah menggabungkan PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping (PIS) karena berada dalam rantai bisnis yang saling terkait. Langkah merger ini berhasil memangkas biaya transaksi internal dan potensi kerugian akuntansi.

Praktik inefisiensi serupa juga ditemukan di lingkungan Telkom Group. Pada sejumlah proyek pembangunan jaringan serat optik, pekerjaan harus melewati beberapa lapis anak perusahaan sebelum dieksekusi, sehingga memicu biaya tambahan yang tidak perlu.

Jaminan Tanpa PHK Massal

Meski restrukturisasi dilakukan dalam skala besar, Danantara menjamin efisiensi ini tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Seluruh karyawan akan dipertahankan dan dialihkan ke perusahaan hasil konsolidasi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *