“Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” tegas Dony.
Berdasarkan kalkulasi Danantara, opsi tanpa PHK ini sangat rasional secara bisnis. Biaya tenaga kerja dari perusahaan yang terdampak perampingan hanya berkisar antara Rp2 triliun hingga Rp3 triliun per tahun. Nilai tersebut jauh lebih kecil dibandingkan potensi penghematan dari konsolidasi.
“Jadi saya berpikir, kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, kita masih bisa menghemat Rp47 triliun tanpa harus menunggu peningkatan profitabilitas perusahaan hasil konsolidasi,” pungkasnya. (ralian)
