“Data ini akan terus bertambah karena hingga saat ini proses pembuatan lubang biopori di semua wilayah masih dalam proses pembuatan baik di sekolah, tempat ibadah, hingga kantor kelurahan dan Kecamatan,” kata Walikota.
Hadir Sekretaris Kota Eka Darmawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fauzi, serta Asisten Pemerintahan Bambang Pangestu. Rapat juga diikuti 85 peserta, terdiri dari perwakilan 10 kecamatan dan 65 kelurahan serta 10 Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sudin Lingkungan Hidup, serta jajaran bagian dan dinas terkait.
Lurah Diminta Aktif, Jangan Tunggu Viral
Dalam kesempatan tersebut, Walikota menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan yang bergerak aktif mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah. Namun, ia juga memberikan peringatan keras agar seluruh jajaran tidak pasif dalam menjaga kebersihan wilayah.
Munjirin meminta para lurah untuk turun langsung ke lapangan memantau kebersihan secara berkala tanpa harus menunggu adanya aduan masyarakat yang ramai di media sosial.
“Saya tekankan kepada seluruh lurah agar melakukan monitoring setiap hari di wilayahnya terkait penanganan sampah, dan tidak menunggu sampai ada pemberitaan yang viral terlebih dahulu,” tegas Munjirin. (ralian)
