Dari lokasi laboratorium narkoba tersebut, petugas menemukan berbagai barang bukti dalam jumlah besar, di antaranya mesin mixer (pengaduk) untuk membuat tablet Cariosprodol.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, Avrilendy menyebutkan laboratorium narkoba tersebut telah beroperasi sejak Januari hingga April 2026. Laboratorium itu memproduksi 1.108.000 butir tablet Cariosprodol selama empat bulan dan diduga diedarkan ke berbagai kota maupun lintas provinsi. (ralian)
