“Jika tiga poin ini tidak diikuti, maka para pemilik tanah wilayah adat dari tujuh wilayah adat akan berkumpul dan mendoakan agar Anda sekalian bertobat kembali kepada jalan yang benar,” tegas Lenis.
Eskalasi kejahatan OPM belakangan ini salah satunya ditandai dengan aksi penembakan terhadap dua warga di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/8). Kodam XVII/Cenderawasih menduga serangan tersebut dilancarkan oleh OPM Kodap III/Ndugama.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto menilai aksi brutal di tengah festival budaya itu merupakan bentuk keputusasaan OPM yang kian terdesak oleh ruang gerak yang dipersempit oleh Satgas TNI.
Pihaknya memastikan aparat keamanan tidak akan memberikan ruang bagi kelompok bersenjata untuk mengganggu kondusivitas masyarakat. (ralian)
