Gebyar Kemerdekaan di Jatiasih dan Jatimurni, Wali Kota Bekasi Ajak Warga Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana

Peristiwa10 Dilihat

BeTimes.id — Semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa di berbagai wilayah Kota Bekasi. Semangat kebersamaan itu terlihat dalam rangkaian Gebyar Kemerdekaan yang digelar masyarakat di Kecamatan Jatiasih dan Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Sabtu (22/8).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di Kecamatan Jatiasih, Tri mengikuti senam bersama warga sekaligus meninjau sejumlah kegiatan dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dihadirkan masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati. Warga menyambut antusias kehadiran Wali Kota dan bersama-sama mengikuti berbagai kegiatan yang berlangsung dalam suasana meriah, guyub, dan penuh semangat kemerdekaan.

Di tengah suasana perayaan tersebut, Tri mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Doa bersama untuk masyarakat terdampak bencana menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Tri mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk mendoakan agar warga yang terdampak diberikan kekuatan, keselamatan, serta proses pemulihan yang berjalan dengan baik.

Menurut Tri, semangat kemerdekaan memiliki makna yang kuat ketika diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong.

“Di tengah kita merayakan kemerdekaan, mari kita ingat bahwa ada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Kita doakan mereka, dan bagi masyarakat yang ingin turut memberikan dukungan, tentu kita buka ruang untuk bersama-sama bergotong royong,” ujar Tri.

Ia menegaskan, kepedulian tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat yang dilakukan secara sukarela. Pemerintah Kota Bekasi akan mengambil peran dalam memfasilitasi dan mengoordinasikan dukungan masyarakat agar dapat disalurkan secara tepat kepada warga yang membutuhkan.

Tri mengatakan, masyarakat Kota Bekasi selama ini memiliki tradisi gotong royong yang kuat ketika terjadi bencana di berbagai daerah. Hal tersebut pernah terlihat ketika masyarakat bersama berbagai unsur di Kota Bekasi berhasil menghimpun dukungan hampir Rp5 miliar untuk membantu korban bencana di Aceh.

Dukungan tersebut kemudian turut diwujudkan dalam pembangunan gedung serbaguna bagi masyarakat di wilayah terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari Kota Bekasi.

“Semangat seperti ini yang harus terus kita jaga. Ketika saudara kita tertimpa musibah, kita hadir sesuai dengan kemampuan kita. Harapannya, dukungan yang diberikan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya dan membantu masyarakat untuk bangkit kembali,” katanya. (Adv/Dis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *