dr. Alphinus Kambodji : Tidak Perlu Takut, Jenazah Pasien Covid-19 Tidak Tularkan Virus

Pendidikan373 Dilihat
BeTimes.id-Plt. Direktur RS PGI Cikini dr. Alphinus Kambodji, mengatakan pentingnya pemberdayaan dan mendidik masyarakat agar mampu mencegah penularan Covid-19 pada diri sendiri, keluarga dan lingkungan (RT, RW, Kampung). Sedangkan terkait jenazah pasien covid-19 tidak perlu takut, karena  tidak akan menularkan virus.
Selain itu, yang harus diperhatikan  warga desa adalah pendatang, warga yang sakit, dan koordinasi lalulintas warga  di antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, karang taruna dan seluruh elemen masyarakat. “Solidaritas dan gotong-royong warga untuk sama-sama menjaga diri sangat dibutuhkan. Jangan ada perbedaan, kita semua sama,” kata Alphinus dalam Webinar bertajuk “Relawan Pemuda untuk Desa Siaga Covid-19”, yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI).
Hadir dalam pembicara lain, Wakil Menteri Desa (Wamendes) Budi Arie Setiadi, dan Ketua DPP GAMKI Bidang Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Yanni Kainama.  Alphinus mengatakan,  penyebaran Covid-19 sangat massif dan dapat ditularkan melalui droplet (saat bersin dan batuk), dan menyentuh benda yang mungkin sudah disentuh orang lain yang terpapar Covid-19.
“Maka hal yang harus dilakukan setiap individu adalah rajin cuci tangan, menjaga etika batuk, menjaga imunitas tubuh, tidak merokok karena dapat menurunkan imun tubuh, dan berjemur di bawah matahari,” ujarnya.
Terkait Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Alphinus menekankan untuk tidak dijauhi karena mereka bukanlah orang yang mengidap Covid-19. Solusinya adalah cukup dilakukan isolasi diri selama 14 hari.
Bagi pasien PDP, Alphinus mengatakan, apabila demam berlanjut, maka harus menghubungi rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan  intensif. Namun,  pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) sangat berbahaya karena tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Pasien OTG tanpa diketahui telah menyebarkan penyakit karena bersentuhan dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Soal jenazah Covid-19,  Rumah Sakit telah melakukan SOP yang sangat ketat, katanya.
“Masyarakat setempat tidak perlu takut dan jangan menolak jenazah pasien Covid-19  karena telah dibungkus sedemikian rapi dan disemprotkan disinfektan,” pungkasnya.
Wamendes Budi Arie  mengatakan, kebijakan pemerintah untuk melarang mudik sangat tepat. “Pemerintah baru mengeluarkan kebijakan, karena sebelumnya pemerintah harus terlebih dahulu menyusun semua instrumen supaya tidak merugikan warga masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan, kebijakan ini dilakukan supaya desa bebas dari Covid-19. Mitigasi risiko menjadi pilihan pemerintah dengan melarang pemudik untuk perlindungan bagi warga desa dan memutus mata rantai penyebaran virus ini.
Desa adalah struktur sosial dan produksi. Apabila desa terpapar, maka akan mengganggu ketahanan nasional bangsa ini. Karennya, pelarangan mudik juga dilakukan untuk mempermudah gerak cepat  membangun perekonomian Indonesia ketika Covid-19 ini sudah berakhir.
“Ini adalah tugas Kemendes, pemerintah desa dan semua warga yang bergelut di pedesaan untuk mengamankan warga desanya dari Covid-19,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPP GAMKI Bidang Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Yanni Kainama, mengatakan bahwa ajakan Kemendes harus disambut dengan baik. GAMKI sepakat bahwa penyaluran BLT Dana Desa dan PKTD masih belum berjalan dengan baik dan harus diawasi agar transparan dan tepat sasaran.
GAMKI melalui Relawan Pemuda untuk Desa Siaga Covid-19 siap membantu Kemendes dalam mengawal implementasi BLT dan PKTD, serta menindaklanjuti semua pengaduan warga desa ke Kemendes secara proporsional dan profesional.
“GAMKI siap membantu Kemendes untuk mengawal Dana Desa sebagaimana yang telah disampaikan Wamendes tadi dan melakukan edukasi pencegahan Covid-19 di desa,”ujarnya. (Ralian)

Komentar