Dinilai Arogan, GMKI Ambon Minta Mendagri Tegur Gubernur Maluku

Nasional418 Dilihat

BeTimes.id – Aksi tidak terpuji Murad Ismail sebagai Gubernur Maluku yang mengundang “Adu Jotos” masyarakat yang berunjuk rasa sewaktu kegiatan peresmian Pelabuhan Merah Putih di kota Namlea, Kabupaten Buru, Sabtu (09/07), mendapatkan reaksi keras dari berbagai pihak.

Reaksi keras mendapat tanggapan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ambon Josias Tiven, terkait beredarnya tayangan video yang menampilkan sosok Gubernur Maluku yang tak kuasa menahan amarah dan mengajak para demonstran untuk berkelahi.

Tiven menilai perilaku Gubernur Maluku ini sebagai perilaku otoriter, diktatorian dan anti kritik. “Sebagai bagian dari civil society saya menyayangkan sikap Gubernur Maluku yang otoriter dan antikritik,” tegas Tiven.

Menurutnya, dalam era demokrasi semestinya Pak gubernur mendengar keluh kesah dari masyarakat bukan sebaliknya mengajak berkelahi. “Ini bukan era kepemimpinan diktaktor yang dengan tangan besi memerintah dan tidak mengindahkan suara masyarakat, kalau sikap kepemimpinan pak gubernur seperti demikian, saya kira pak gubernur mesti ikut pelatihan kepemimpinan di GMKI biar bisa sabar dan menerima kritikan dari masyarakat dengan keramah-tamaan,”ucap Tiven.

Lebih lanjut Tiven menuturkan Murad Ismail sebagai gubernur harus mampu menjadi simbol ketokohan yang merepresentasikan karakter orang Maluku bukan sebaliknya menonjolkan Arogansi dan mental premanismenya.“Sebagai pejabat publik, Pak Gubernur mesti mampu memposisikan diri sebagai pemimpin dengan karakter keramah-tamahan dan mampu mendengar keluh-kesah dari masyarakat, karena gubernur itu adalah citra diri masyarakat Maluku, gubernur itu simbol ketokohan, representasi karakter masyarakat Maluku, jangan sampai dari sikap arogransinya lalu orang luar melegitimasi Maluku sebagai daerah premanisme, karena dari watak kepemimpinan Gubernur sudah menunjukan sikap tersebut.” Ucap Tiven.

Tiven berharap Kementerian Dalam Negeri segera memberikan teguran keras kepada Gubernur Maluku atas arogransi kepemimpinannya yang bermental preman, karena hal ini bukan pertama kali terjadi tetapi sudah berulang kali ditunjukan kepada masyarakat baik lewat kata-kata maupun tindakan. (Ralian)

Komentar