Anindya menyoroti potensi dampak nyata dari eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, terutama terkait kemungkinan penutupan Selat Hormuz.
Jalur ini merupakan urat nadi perdagangan minyak global yang sangat vital bagi negara-negara di Asia.”Pengusaha harus adaptif. Situasi ini berpotensi memicu lonjakan inflasi dan memengaruhi nilai tukar Rupiah. Kita harus siap memitigasi hal tersebut,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kunci ketahanan ekonomi saat ini adalah menjaga konsumsi domestik, memastikan kelancaran perdagangan, serta mendorong keberlanjutan investasi lokal.
Dalam konteks penguatan investasi ini, Anindya juga menyebutkan peran strategis lembaga pengelola investasi negara.”Di sinilah Danantara bisa masuk untuk mengambil peran,” pungkasnya. (ralian)







Komentar