BeTimes.id– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Densus 88 Antiteror Polri untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, ditandai dengan pengibaran bendera merah di Iran.
Langkah ini diambil guna memastikan keamanan nasional, khususnya menjelang masa mudik Lebaran 2026.
Dalam arahannya di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3), Kapolri mengungkapkan bahwa saat ini kepolisian terus memonitor sekitar 13.252 kelompok yang terafiliasi dengan jaringan teror.”Ini menjadi perhatian kita karena konflik global yang terjadi saat ini berpotensi memicu geliat (aksi teror) di dalam negeri,” ujar Sigit.
Secara spesifik, Sigit menyoroti pengibaran bendera merah di Iran yang melambangkan seruan pembalasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat.”Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan. Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah besar bagi rekan-rekan, khususnya Densus 88, untuk mempertahankan capaian Zero Terrorist Attack,” tegas jenderal bintang empat tersebut.
Sebagai catatan, pada periode mudik tahun lalu, Polri berhasil mengamankan tujuh orang terduga teroris. Sigit meminta agar keberhasilan tersebut ditingkatkan melalui sinergi yang kuat antara jajaran intelijen, TNI, dan pemerintah daerah.
Diketahui, bendera merah tersebut berkibar di kubah Masjid Jamkaran, Kota Suci Qom, pada Minggu (1/3). Simbol ini muncul setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan militer.Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mendesak negara-negara Islam untuk bersikap tegas.
Ia mengecam serangan tersebut sebagai tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional.“Kami berharap negara-negara Islam memberikan kutukan keras terhadap serangan ilegal ini,” ujar Boroujerdi dalam pernyataan terpisah di Jakarta.(ralian)







Komentar