Benyamin menambahkan bahwa PIKI merupakan wadah berkumpulnya tokoh-tokoh intelektual, akademisi, birokrat, hingga pengusaha Kristen. Melalui rangkaian seminar dan simposium di kongres nanti, PIKI berkomitmen memberikan masukan konkret kepada pemerintah.
“Tokoh-tokoh Kristen ikut berjuang demi kemerdekaan bangsa ini. Kita tidak boleh hanya berada di pinggiran, tetapi harus aktif berjuang. Banyak intelektual kita yang butuh kesempatan untuk mengaktualisasikan pemikirannya demi kebaikan negara,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPP PIKI Badikenita Putri Sitepu menekankan pentingnya dukungan PGI dalam menyuarakan urgensi kongres ini, terutama dalam penguatan nilai kebhinekaan. Ia menegaskan meski PIKI bukan bagian dari pemerintah, posisi PIKI sebagai lembaga keumatan serupa dengan PGI yang berfokus pada penguatan kapasitas intelektual.
Kongres yang mengusung tema “Tegakkanlah Keadilan” (Amos 5:15) ini rencananya akan dihadiri oleh perwakilan dari 29 DPD dan 87 DPC PIKI dari seluruh Indonesia.
Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, menyambut baik rencana tersebut. Ia mengakui peran besar tokoh Kristen sejak zaman penjajahan hingga reformasi tidak dapat dinafikan. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai mulai menyusutnya representasi tokoh Kristen di ruang publik belakangan ini.






Komentar